
Konon dalam suatu pertandingan / perlombaan pasti ada yang kalah dan ada yang menang, yang menang dengan bangganya mengatakan bahwa dewan juri bersikap sangat adil dan bijaksana serta memegang teguh kata kata bahwa " Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat ", di fihak yang kalah dan merasa dirinya mampu dan baik dari yang lain mengatakan bahwa juri bersifat tidak adil, pilih kasih, tidak cermat dalam penilaian, pertandingan harus diulangi karena dewan juri tidak independen, masih bisa dipengaruhi oleh pihak pihak tertentu, ada satu pihak yang meskipun kalah tetapi tetap adem ayem tidak perduli dengan keputusan dewan juri yang mengalahkannya, pihak ini adalah pihak yang menyadari kelemahannya dan mengaku kelebihan dari pihak yang mengalahkannya..
Di suatu perlombaan Gebyar Maulid ( pembacaan syair2 pujian kepada Rasulullah SAW ) di Kalimantan Selatan yang dimotori oleh Wakil Gubernur Kalimantan selatan ( H.M.Rosehan Noor Bahri, SH ) terdapat kurang lebih 70.000 peserta yang diadakan di 110 titik / tempat di Kabupaten Kota seKalimantan Selatan yang pelaksanannya dibuka mulai awal januari di tingkat kelurahan dan Grand Final akan dilaksanakan di Banjarmasin pada tanggal 2 - 4 April 2009, pembukaan Grand Final pada tanggal 2 April diisi oleh Hadad Alwi dan malam penutupan tanggal 4 April diisi oleh ustadz Jefri.
Gebyar Maulid ini semata mata bukan mencari siapa yang paling baik / yang Juara I tingkat propinsi akan mendapatkan hadiah apa..tetapi semata mata melantunkan sholawat kepada Rasulullah SAW agar kalimantan Selatan selalu damai dijauhkan dari segala bala dan dimudahkan segala rizqi dan kehidupan Masyarakat Kalimantan Selatan selalu dalam lindungan dan Ridho Allah SAW.
Ada hadiah khusus dari Wakil gubernur yang suka olah raga motorcross ini yaitu seluruh peserta berkesempatan mendapatkan hadiah Umrah baik yang menang ataupun yang kalah asalkan menjadi peserta dalam Gebyar Maulid serta melampirkan foto copi KTP atau SIM yang tidak punya cukup dengan surat keterangan dari ketua RT dimana peserta berdomisili, konon dari yang semula akan diberangkatkan Umrah sebanyak 17 orang ternyata menggelembung menjadi lebih dari 40 orang yang akan diberangkatkan Umrah oleh Penggemar Sepak Bola ini.
Kebetulan saya mendapat tugas sebagai koordinator pelaksana di dua kecamatan yaitu kecamatan Liang Anggang dan kecamatan Landasan Ulin yang dibatasi oleh Panitia Propinsi bahwa peserta hanya 30 Group tidak lebih dengan alasan akan memakan waktu yang sangat lama, Alhamdulillah peserta sangat membludak melebihi kuota yang ditentukan oleh Pantia propinsi dengan berat hati saya menolak keikutsertaan beberapa peserta, beda di kecamatan Banjarbaru cuma dikuti 3 group putra dan 15 group putri demikian juga denga kecamatan Cempaka kurang lebih sama dengan Banjarbaru.
Panitia berhasil menemukan / keputusan juri mengirim 3 group putra dan 3 group Putri dan berlaga tingkat Kota Banjarbaru untuk ( 9 Group Putra dan 9 Group Putri ) mewakili 3 kecamatan. hasil yang di tingkat kota Banjarbaru sangat mengecewakan kami sebagai koordinator kecamatan L.Ulin dan Liang Anggang karena baik Group Putra maupun Group Putri hanya mendapatkan nomor 3, pengumumam yang kurang jelas / pembacaan pengumuman yang salah oleh dewan juri menjadi pertanyaan kami, tetapi keputusan telah ditetapkan dan keputusan dewan juri = titah raja ( mutlak ) tidak bisa diganggu gugat, saya meskipun kecewa tetapi masih bisa menerima tetapi bagi peserta dan penonton yang merasa bahwa kelompok si A bakalan juara tapi ternyata kalah sangat sulit kami beri pengertian.
karena yang juara I baik putra maupun putri akan mewakili Kota Banjarbaru untuk Grand Final di Banjarmasin itu sangat disayangkan apabila memang betul penilaian dewan juri kurang akurat.
Hadiah pahala dari Allah akan didapatkan kelak, meskipun setiap perlombaan semua berupaya menjadi yang teerbaik / Juara I mudah mudahan tujuan utamanya tetap mencari Ridho Allah.
Demikian Nyuwun Pangapunten
Di suatu perlombaan Gebyar Maulid ( pembacaan syair2 pujian kepada Rasulullah SAW ) di Kalimantan Selatan yang dimotori oleh Wakil Gubernur Kalimantan selatan ( H.M.Rosehan Noor Bahri, SH ) terdapat kurang lebih 70.000 peserta yang diadakan di 110 titik / tempat di Kabupaten Kota seKalimantan Selatan yang pelaksanannya dibuka mulai awal januari di tingkat kelurahan dan Grand Final akan dilaksanakan di Banjarmasin pada tanggal 2 - 4 April 2009, pembukaan Grand Final pada tanggal 2 April diisi oleh Hadad Alwi dan malam penutupan tanggal 4 April diisi oleh ustadz Jefri.
Gebyar Maulid ini semata mata bukan mencari siapa yang paling baik / yang Juara I tingkat propinsi akan mendapatkan hadiah apa..tetapi semata mata melantunkan sholawat kepada Rasulullah SAW agar kalimantan Selatan selalu damai dijauhkan dari segala bala dan dimudahkan segala rizqi dan kehidupan Masyarakat Kalimantan Selatan selalu dalam lindungan dan Ridho Allah SAW.
Ada hadiah khusus dari Wakil gubernur yang suka olah raga motorcross ini yaitu seluruh peserta berkesempatan mendapatkan hadiah Umrah baik yang menang ataupun yang kalah asalkan menjadi peserta dalam Gebyar Maulid serta melampirkan foto copi KTP atau SIM yang tidak punya cukup dengan surat keterangan dari ketua RT dimana peserta berdomisili, konon dari yang semula akan diberangkatkan Umrah sebanyak 17 orang ternyata menggelembung menjadi lebih dari 40 orang yang akan diberangkatkan Umrah oleh Penggemar Sepak Bola ini.
Kebetulan saya mendapat tugas sebagai koordinator pelaksana di dua kecamatan yaitu kecamatan Liang Anggang dan kecamatan Landasan Ulin yang dibatasi oleh Panitia Propinsi bahwa peserta hanya 30 Group tidak lebih dengan alasan akan memakan waktu yang sangat lama, Alhamdulillah peserta sangat membludak melebihi kuota yang ditentukan oleh Pantia propinsi dengan berat hati saya menolak keikutsertaan beberapa peserta, beda di kecamatan Banjarbaru cuma dikuti 3 group putra dan 15 group putri demikian juga denga kecamatan Cempaka kurang lebih sama dengan Banjarbaru.
Panitia berhasil menemukan / keputusan juri mengirim 3 group putra dan 3 group Putri dan berlaga tingkat Kota Banjarbaru untuk ( 9 Group Putra dan 9 Group Putri ) mewakili 3 kecamatan. hasil yang di tingkat kota Banjarbaru sangat mengecewakan kami sebagai koordinator kecamatan L.Ulin dan Liang Anggang karena baik Group Putra maupun Group Putri hanya mendapatkan nomor 3, pengumumam yang kurang jelas / pembacaan pengumuman yang salah oleh dewan juri menjadi pertanyaan kami, tetapi keputusan telah ditetapkan dan keputusan dewan juri = titah raja ( mutlak ) tidak bisa diganggu gugat, saya meskipun kecewa tetapi masih bisa menerima tetapi bagi peserta dan penonton yang merasa bahwa kelompok si A bakalan juara tapi ternyata kalah sangat sulit kami beri pengertian.
karena yang juara I baik putra maupun putri akan mewakili Kota Banjarbaru untuk Grand Final di Banjarmasin itu sangat disayangkan apabila memang betul penilaian dewan juri kurang akurat.
Hadiah pahala dari Allah akan didapatkan kelak, meskipun setiap perlombaan semua berupaya menjadi yang teerbaik / Juara I mudah mudahan tujuan utamanya tetap mencari Ridho Allah.
Demikian Nyuwun Pangapunten


3 komentar:
terimakasi ya subakhi
Wow ... dusta nich dangsanak ini, kalau menulisnya sehebat ini ... ngak perlu guru lagi lah yaw ... salam menulis
upsss. bagian q yg juara 2 tingkat kota aja banyak yang nuduh macam2..
profiles.friendster.com/nuruliman33
Posting Komentar