Minggu, 22 Maret 2009

Antara yang mulus dan yang cacat



Sabtu pagi tanggal tanggal 21 Maret 2009, saya berangkat ke Palangkaraya Kalimantan Tengah dalam rangka memenuhi undangan bermain Golf yang diadakan oleh POLDA kalimantan Tengah, karena bermain golf merupakan kegemaran / hobby jadi meskipun lumayan jauh saya tetap berangkat, jarak tempat tinggal saya di Landasan Ulin sampai Palangkararaya ( Swargaloka Golf - Isen Mulan Golf ) sepanjang 220 km tidak kurang, bahkan lebih kalau udh nyampe tujuan masih kelayapan hehehe...

saya berangkat dengan mengajak satu teman saya selain untuk teman ngobrol diperjalan juga untuk bergantian mengemudinya, sampai di Jl.A.Yani km 17 kami memutuskan untuk melewati jalan lingkar utara, kurang lebih 2-3 km terdapat rumah sakit Sambung lihun ( maaf kalau salah tulis namanya ) dan saya berdoa agar saya diberi kesehatan badan dan diberi kesehatan akal dan semoga setelah tanggal 9 April 2009 nanti Rumah sakit ini tidak bertambah penghuninya, sampai perempatan sungai Tabuk, teman saya menyarankan agar belok ke kiri menuju Banjarmasin tapi saya putuskan untuk terus menuju arah handil bakti Marabahan biar lebih cepat.

Kami memperkirakan waktu tempuh akan semaikin cepat, kurang lebih 1-2 km dari perempatan jalanan mulai tidak bersahabat, banyak lubang lubang yang menganga menunggu sang sopir lengah dan mobil pasti terperosok, perjalanan jadi memakan waktu yang sangat lama seandainya tadi saya mengikuti saran dari teman agar lewat di Banjarmasin kemungkinan besar udh nyampe di Kayutangi, tapi kami sama sama tidak tahu kondisi jalan yang akan dilewati, ternyata perkiraan dan harapan tidak selalu sesuai dengan kenyataan...

BRAAAKHH....suara dibawah mobil membuyarkan lamunan saya, gardan mobil nyangkut digundukan tanah diatas jalanan yang tidak rata, seandainya gundukan material batu yang nyangkut mungkin akan lain lagi ceritanya, dengan masih menelewati jalanan sambil mencari2 mana yang agak baikan sampailah ditempat yang sama sekali tidak bisa saya lewati kecuali dengan mobil truck / golongan kijang, mau balik lagi trus lewat Bjm sudah sangat jauh lebih baik kalau balik ya langsung pulang kandang aja tapi undangan wajib didatangi apalagi tidak ada halangan yang serius, kami turun dari mobil dan mengumpulkan batu2 besar untuk ditempatkan di lobang yang akan kami lewati..lumayan berkeringat pemanasan dulu sebelum bertanding hehehe..setelah berhasil lewat rintangan jalan yang paling parah baru menemukan jalan yang lumayan mulus sampai di perempatan handil bakti.

Ketegangan sudah hilang, sambil membuka kaca cendela mobil untuk menghilangkan keringat dibadan biar kena semilir angin sambil menikmati pemandangan jembatan Barito nan megah...baru beberapa menit menikmati suasana perjalanan yang nyaman kembali dihadang oleh jalan yang kurang bersahabat, sepanjang daerah Anjir kabupaten Barito Kuala lubang lubang ditengah jalan kembali menertawakan perjalanan kami, saya mencoba menikmati aja meskipun tetap harus waspada agar gardan mobil tidak nyangkut di kubangan...

"Selamat Datang di Kabupaten Kapuas" Jalanan mulus banget, terbersit rasa malu dan iri kepada Propinsi tetangga karena persis di pintu gerbang jalanan langsung mulus, apa yang menyebabkan mereka bisa membuat jalan semulus ini..dari mana biayanya...apa cuma diperbatasan saja yang mulus biar dikatakan pembangunan jalan dipropinsi ini kelihatan berjalan dengan baik...kenapa ditempat kita jalanan bisa rusak parah..apa ndak punya dana seperti propinsi tetangga. Segala macam pikiran berkecamuk mencari jawaban sendiri, tak terasa kami sdh sampe di Kabupaten Pulangpisau dan istirahat untuk makan serta sholat duhur di RM.Ani, perjalanan kami lanjutkan tanpa gangguan dan hadangan jalan yang tidak bersahabat.

" MAAF, Perjalanan anda terganggu ada pelebaran dan perbaikan jalan " sepanduk dengan ukuran 1 x 8m ada gambar / photo Pucuk Pimpinan Kalteng memberitahu kepada pengguna jalan bahwa ada pelebaran serta perbaikan jalan dan minta maaf karena perjalanan pasti akan terganggu, Detak jantung mulai kenceng lagi bakalan tambah lama perjalanan kami...tetapi sampai lama melewati spanduk tadi meskipun dikiri jalan ada pelebaran kami tidak mengalami kesulitan dan kecepatan kendaranpun juga tetap normal..ternyata Perkiraan dan harapan tidak selalu sesuai dengan kenyataan..

Apa yang harus kita lakukan agar daerah kita khususnya dalam hal pembangunan jalan tidak kalah dengan daerah lain..?


Demikian nyuwun pangapunten





Tidak ada komentar: