Minggu, 26 April 2009

Belum Juara...tapi sudah Juara..

Yang namanya juara adalah yang nomor 1, terus yang nomor 2, 3 harapan 1 harapan 2 dst disebut apa...? dalam suatu pertandingan yang namanya nomor dua adalah pelengkap saja atau pendamping bagi yang nomor satu.

Pada Hari Minggu tanggal 26 April 2009, saya mengikuti pertandingan Golf yang diadakan oleh Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan ( BPD Kalsel) dalam rangka hari Ulang tahun BPD yg ke 45. sebetulnya saya mau main hari Sabtu tapi karena ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan saya mengikuti pertandingan pada hari tersebut.

saya memaksakan diri untuk mengikuti pertandingan Golf itu selain karena memang sudah hoby alias sedikit mendarah daging jadi sangat gelisah apabila tidak bisa ikut berpartisipasi dalam acara itu. berkat kamauan yang keras serta pikiran yang kuat untuk menghilangkan rasa sakit dikaki saya berhasil main sebanyak 18 holes yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana.

Cuaca sangat panas dan kebiasaan saya kalau bermain golf cuma pakai celana pendek selutut, kaos lengan pendek dan anti pakai topi apalagi pakai payung ( kemayu hehehe ) saya menikmati permainan tanpa beban, score card tidak begitu saya perhatikan karena saya main tidak untuk mencarai juara, yang penting main dan main, lumayan Wood 1 (driver) yg saya pergunakan tidak ada satupun pukulan yang meleset, jarak 250m hampir rata bisa saya lewati, ada sedikit gangguan pada putting green disebabkan panasnya cuaca jadi konsentrasi pada putting agak berkurang...

18 holes sudah saya lalui, score card saya kumpulkan untuk ditulis di Scoring board, jumlah peserta sebanyak 355 peserta, dari pada antre mandi di club yang antrenya minta ampun saya pulang saja dan mandi di rumah kebetulan jarak lapangan golf dengan rumah sekitar 500m saja jadi masih banyak waktu sampai acara pengumuman.

Ternyata saya juara II, dengan membukukan total pukulan sebanyak 84 (gross) karena h'cap saya 13.8 maka net score yang saya peroleh 70.2. dan juara satunya membukukan Nett score 69. saya kalah satu poin. bagi saya yang namanya juara ya juara 1 itu untuk juara II hanya sebagai pendamping.

tetapi setelah saya sadari ternyata saya menjadi juara dari segala juara, yaitu juara mengalahkan rasa sakit dikaki akibat asam urat yang tidak mau di ajak kompromi dan hanya mau dipaksa itu. Saya menyadarinya waktu mengetik diblog ini ternyata kakiku masih nyut nyutan hehehe.....

demikian nyuwun pangapunten

Sabtu, 18 April 2009

Manja, Aleman................


Menjaga kesehatan lebih baik dari pada mengobati penyakit..., ketika seorang diberi kesehatan oleh Allah Swt tidak selalu bilang syukur Alhamdulillah, ucapan syukur biasanya hanya terucap apabila sedang berkumpul dalam acara resmi atau setengah resmi ketika akan menyampaikan pidato atau sambutan...( Alhamdulillah atas berkat Rahmat Allah SWT kita semua diberi kesehatan sehingga bisa bertemu dalam acara ini dengan tidak kurang suatu apapun ).

Memang Kesehatan merupakan hal terpenting bagi kita semua, apabila ada anggota badan yang terkena penyakit sekecil apapun maka akan banyak aktifitas yang tertunda meskipun penyakit tersebut tidak begitu mengganggu ( dasarnya males kali ya..? hehehe ), terus mengeluh dan mengeluh karena diberi cobaan sakit tanpa bisa mensyukuri bahwa cobaan sakit itu adalah peringatan bahwa sesungguhnya kita semua harus selalu banyak bersyukur disetiap waktu.

sekarang saya merasakan apa yang namanya diberi sedikit kenikmatan, yaitu menikmati rasa sakit akibat asam urat di kaki yang perlahan lahan sudah mulai sembuh, alhamdulillah. memang akibat adanya penyakit tersebut banyak aktifitas serta hoby dan kegemarannya saya jadi terbengkalai, contohnya hari ini sabtu tgl 25 April 2009 ada pertandingan Golf HUT BPD, yang namanya hoby keinginan memuncak ingin mengikuti turnament tersebut, pagi tadi sudah saya coba pakai sepatu golf siap2 berangkat kelapangan ternyata masih ada sedikit rasa nyeri dikaki, ya terpksa lepas sepatu buka baju dan nongkrong di depan komputer ( ngeblog n FB-kan ).

Seandainyapun dipaksa berangkat kelapangan golf dan mengikuti turnament, kemungkinan besar juga mampu aja tapi hasil yang dicapai dalam permainan akan kurang baik alias jelek ( kan memalukan..) tapi mudah mudahan besok pagi sudah bisa mengikutinya, rasa gatal ingin ke lapangan begitu menggelitik apalagi teman teman Fesbukiyah yang ikut main memberi kabar via FB-nya bahwa dia sudah ada d hole ini main begini..woww, menggoda sekali.

tadi malam saya menonton acara KickAndy, disitu Om Pepeng dengan semangat yang tinggi dalam kondisi sakit masih bisa menghadiri acaranya KickAndy, ternyata seberat apapun sakit yang diderita tetapi dengan semangat dan pemikiran baik OM Pepeng mampu berdialog seperti orang sehat pada umumnya.

sedikit asam urat dikaki sepertinya menggangu segala aktifitas saya, saya malu pada diri sendiri, malu pada orang orang yang mempunyai ketegaran, malu dan malu.... Apa karena males yang mengakibatkan saya jadi begini..? Atau apa karena Manja / Aleman dan tidak mampu menghadapi hal hal sekecil ini...?

Demikian nyuwun pangapunten










Minggu, 12 April 2009

Serba serbi 9 April....


Mana iSBiYi...mana gambar iSBiYi...kok ndak ada gambar iSBiYi nya.... itu nek..yang pake kopiah...ujar petugas KPPS dari tempat tugasnya sambil tersenyum geli melihat kelakuan dari nenek nenek tadi, si Nenek kesana kemari membuka lembar kertas suara yang minta ampun besarnya, ndak ada gambar iSBiYinya jangan mambunguli akulah..aku sering melihat di TIPI orangnya gagah..ini ndak ada \potonya disini.

Petugas KPPS mendatangi si nenek dan bertanya..? nenek mau milih apa...? aku pokoknya mau milih Pak iSBiYi..., kenapa nek kok milih Pak SBY kok ndak yang lain saja..? aku tiap bulan dapat gaji, kalau Pak iSBiYi ndak jadi Presiden aku sengsara lagi.

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada nenek yang memang tidak mengenal huruf ( tidak bisa baca tulis ) ada ibu ibu yang bisa baca tulis bahkan pandai mengaji, pada malam hari seminggu sebelum tanggal 9 mendatangi saya bingung bagaimana cara memilih, kata si Ibu ibu kemaren dapat selebaran ini..dengan menunjukkan kertas foto copian yaitu kertas yang dikeluarkan oleh KPU dan disebarkan oleh para PPS dan Ketua KPPS kepada warga. kertas tersebut cuma 1 lembar dengan menerangkan cara mencontreng dan suara yang sah.

Si Ibu bingung, denger2 katanya kertas suaranya segede koran ini kok selembaran begini...? untungnya meskipun saya bukan seorang caleg dari parpol tertentu tetapi saya memiliki contoh surat suara yang asli dari KPU sejumlah 4 lembar, saya tunjukkan dan saya buka betapa kagetnya si Ibu tadi melihat kertas suara yang asli tadi... terus mana yang aku pilih...?ujarnya.. terserah ibu mana yang anggap ibu baik pilih saja caranya begini dan begini...begitu saya menjelaskan bagaikan seorang anggota KPU yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Si Ibu bingung takut pilihannya salah...pokoknya tunjukkan saja aku mau milih si X.. wah bu itu namanya bukan rahasia lagi dong..ndak apa dari pada nanti waktu mau nyontreng di bilik bingung mendingan tunjukkan saja sekarang...

Saya kasihan melihat antusias warga yang mau memberikan hak suaranya tapi tidak mengerti bagaimana caranya, sekarang banyak partai dan banyak caleg tetapi sosialisasi kepada warga hampir dipastikan jarang dilakukan, yang ada KPUD sosialisasi dengan PPK dan Ketua PPS, selanjutnya urusan ke warga diserahkan kepada Ketua KPPS, sedangkan menurut pengamatan saya banyak Ketua KPPS maupun anggotanya juga bingung apalagi cara pengisian di form..C dll....

satu pemilih mendapatkan 4 lembar suara, apabila sipemilih paham dan mengerti kertas suara yang mahal harganya itu akan bermanfaat karena hak suaranya tersalurkan, tetapi apabila terjadi kesalahan dan suaranya tidak sah berapa kerugian negara untuk kertas saja ini....dengan mahalnya harga kertas suara ini yang bakalan banyak tersia siakan apabila banyak warga yang tidak mengerti, saya mencoba menghubungi ketua KPPS di tempat saya berada agar memberikan sosialisasi kepada warga dengan cara menunjukkan kertas suara yang asli., ternyata Ketua KPPS tidak mempunyai contoh surat suara yang asli.

Pemilu 9 April 2009, banyak yang Golput, ada yang Golput karena memang dasarnya antipati dengan pelaksanaan Pemilu ( bisanya cuma mengkritik saja ), ada yang Golput alias suara hilang karena suaranya tidak sah ( ketidak mengertian ), ada yang Golput karena tidak terdaftar dalam DPT. padahal warga sangat antusias dalam pelaksanaan Pemilu ini.

PR bagi penyelenggara untuk bisa memperbaiki kinejanya, sbentar lagi ada Pilpres dan tahun depan ada Pilkada, biaya besar dari uang Rakyat dipakai untuk pelaksanaan Pemilu harus menghasilkan yang terbaik untuk Rakyat. Pemilu tahun 2009 ini adalah Pemilu yang Langsung Umum Bebas dan tidak Rahasia lagi...

Demikian Nyuwun pangapunten






Jumat, 03 April 2009

Pendukung setia melawan Penjilat

Pada Kegiatan Pilkadasung pertama di bumi (X).... selalu ada yang mendukung baik mendukung secara ikhlas ataupun mendukung karena takut kehilangan suatu jabatan karena sang calon adalah pimpinan dimana sang pendukung bekerja. ada juga yang tidak mendukung meskipun dia adalah seorang kawan atau berteman, karena menurut kalkulasinya (dia adalah seoarang Bisnisman yg ndk jelas ) bahwa sang kawan tidak akan menang,...

Ada sekitar 4 pasang calon pada waktu itu, sang kawan ternyata cenderung mengkampanyekan calon lain bahkan dia (suami istri) selalu menjelek jelekkan kawannya dengan mengatakan bahwa " apa prestasi dia " memimpin di negeri Anu aja ndak punya prestasi apalagi mau memimpin menjadi yang lebih tinggi...? begitu selalu kalau bertemu orang orang..

Sang kawan bukannya tidak mengetahui sepak terjang si Sengkuni ini ( maaf saya pakai istilah saja ) bahkan pada masa kampanye si Calon selalu menelpon / menghubungi si Sengkuni tapi tidak pernah dibalas atau di angkat oleh sengkuni ( maklum takut dimintai sumbangan kali..)

Pilkadasung tiba waktunya, pelaksanaan aman tertib dan lancar ...sang Kawan berhasil memenangi Pilkadasung yang pertama kali diadakan di Bumi (X)...semua menyambut gembira Pendukung yang mengharapkan sesuatu tak henti hentinya bersyukur dengan wajah ceria..(bakalan naik jabatan nich ), si Pendukung yang setia cuma mengucapkan syukur bahwa pilihannya berhasil memenangi Pilkada tanpa mengharapkan suatu imbalan apa2.

SMS ke no HP sang Prabu tidak henti henti mengucapkan selamat dan anehnya yang pertama kali mengucapkan selamat adalah sang sengkuni..bukan berarti karena ikhlas tapi karena ada sesuatu yang dia inginkan.

Sengkuni selalu menemani sang Prabu ber Olah Raga bagaikan pahlawan yang seolah olah dia adalah pendukung beratnya yang berhasil mencarikan massa untuk memilihnya...ada sesuatu yang diinginkan oleh Sengkuni yaitu melenyapkan Pendukung setianya.. setahun..dua tahun..tidak berhasil untuk menghasut sang Raja..pada tahun keempat rupanya sang Raja terhasut juga...

Kini sang pendukung setia kehilangan pekerjaan, saya bertanya kepadanya apa masih akan mendukung sang Prabu..? kamu kan malah kehilangan pekerjaan..? lebih baik jadi penghasut seperti Sengkuni..? Jawaban yang saya dapatkan " Biarlah saya ikhlas saja, saya akan dukung lagi pada Pilkada tahun depan " Entah harus kehilangan apalagi setelah pekerjaan saya dihilangkan...
Fenomena sang Penjilat dan sang Pendukung sekarang makin semarak baik disampaikan melalui Facebook atau disampaikan secara langsung ( apalagi sang Prabu juga punya Facebook ).

Semua pasti ada akhirnya dan semua pasti ada balasnya.
Demikian Nyuwun pangapunten

Rabu, 01 April 2009

Virus FB

Akhir akhir ini saya lebih sering buka FB dari pada menulis di Blog...ada untungnya sich, banyak teman baru yang saling menyapa tapi ruginya juga banyak, saya lagi belajar menulis dan menulis..dorongan Bung EWA menjadi semangat bagi saya untuk menulis dan menulis, karena bagaimanapun juga kalau sempat tidak menulis apalagi ada ide untuk dituangkan dalam tuilisan dan tidak disempatkan untuk menulis maka dijamin ide tersebut akan melayang..dan menulis tidak akan lancar lancar, kata orang orang tua " Lancar Kaji karena ulang ", berarti kalau ingin lancar dan pandai menulis harus terus menerus atau berulang ulang jangan bosan melakukan.

Pada waktu masih kelas 3 SD saya di ajari oleh Bapak naik sepeda, setiap Bapak pulang dari Dinas tanpa ada rasa capek Beliau mengajak saya ke Lapangan sepak Bola untuk belajar naik sepeda, waktu itu masih belum ada yang namanya sepeda kecil untuk anak anak yang ada roda kanan kiri sebagai penyangga, Sepeda yang dipakai yaitu sepede Ontel yang sekarang lagi semarak lagi di banjarbaru ada komunitas sendiri yaitu BOM ( Banjarbaroe Ontel Mania ).

Karena sepeda yang dipakai belajar adalah sepeda ukuran orang tua maka lama sekali / sulit sekali untuk bisa mengontel sendiri tanpa pengawasan / pegangan dari Bapak, ada syarat2 khusus untuk boleh belajar naik sepeda pada waktu itu antara lain tidak boleh nakal dan burungnya sudah dipotong alias disunat.

Dengan segala macam syarat dan seringnya latihan sehingga menghasilkan suatu hasil yang membanggakan ya kalau boleh dibilang lulus latihan ngontel sepeda dengan nilai A hehehe, beda dengan hasil yang didapat dengan belajar secara instan dijamin hasilnya masih memuaskan yang tidak instan alias latihan terus menerus.

Begitu juga dengan menulis..apabila kita setiap hari rajin belajar menulis dan menulis serta memperhatikan masukan, kritikan dari para sahabat yang sudah pakarnya dibidang menulis diyakini bakalan akan menghasilkan sesuatu yang sangat memuaskan tentang tulis menulis, kritikan sepedas apapun adalah jamu yang akan menyehatkan kita, jadi kritikan adalah suatu dorongan yang sangat berharga bagi seorang penulis.

Belajar menulis sangat berbeda dengan belajar sepeda ontel pada jaman agak dahulu hehehe..kalau dulu masih kecil belajar sepeda sambil dipegangi oleh bapak agar tidak jatuh dan sekarang belajar menulis dengan usia yang lumayan ini sambil menunggu saran dari para sahabat yang sudah pakarnya alias lihai dibidang tulis menulis agar bisa terarah baik pilihan kalimat, alur yang ditulis sudah bener apa amburadul, apa menulis itu disesuaikan dengan moment sesuatu atau bla bla bla... jadi maaf untuk Bang EWA saya todong agar kiranya sudi memberi kritikan dan saran untuk saya.

Nach..akhir akhir ini saya kok mulai kecanduan Facebook sehingga ide ide yang ada waktu diperjalanan ataupun dimana yang akan saya tuangkan dalam tulisan selalu terkalahkan dengan membuka buka Fb. Virus FB sangat mengganggu saya yang lagi asyik belajar tulis menulis....
Mudahan saya bisa mengatasi diri melawan virus ini dan kembali lagi dengan tulis menulis.


Demikian nyuwun pangapuntem





Kamis, 26 Maret 2009

Melatih kejujuran...GOLF solusinya


Sekilas Golf adalah olah raga yang tidak mengeluarkan banyak tenaga ( Olah raga nyante ), cuma jalan jalan..bola dipukul didatangi dipukul lagi didatangi lagi sampai dihole dimasukin lobang...begitu seterusnya, ada yang bermain 9 holes ada juga yang sampai 18 holes bahkan ada yang sampai 36 holes (golongan maniak) hehehe.. bahkan sampai ada perkumpulan golf Senior ( PERPESI ) Perkumpulan Golf yang mempunyai anggota dengan syarat umurnnya di atas 56 tahun..bahkan ada yang berumur 80 tahun alias umur pensiunan tapi tetap eksis.

Permainan Golf banyak aturan aturan yang harus diikuti, aturan yang resmi diikuti secara Internasional baik untuk Pro maupun Amateur yaitu Rules Of Golf USGA St Andrews, Rules merupakan rambu rambu yang harus dilakukan, bahwa bermain golf itu harus begini tidak boleh begini bahkan hal sekecil menyangkut etika berbicara juga sangat diperhatikan apalagi dalam suatu turnament.

Kejujuran seorang bisa terlihat pada saat bermain golf, bermain golf wasit utama adalah dirinya sendiri , karena dalam satu group ( 4 pemain ) masing2 memikirkan bolanya sendiri jarang partner bermainnya mengawasi terus dimana posisi bola pemain lain berada, apa bolanya nyaman untuk dipukul apa bolanya masuk dibekas lubang (divots) sehingga menyulitkan untuk dipukul, disinilah letak dari kejujuran bermain diuji, seorang pemain diperbolehkan membenahi posisi bola akibat sulitnya posisi bola sehingga harus di angkat dan didrop sekalipun ada pinalty / tambahan angka akibat perbuatan memindah bola itupun harus memberitahu / seizin partner bermainnya.

Pemain bisa saja memindahkan bola tanpa sepengetahuan partner bermainnya sehingga dia bebas dari segala pinalty, tetapi dihati kecil akan merasa sangat bersalah karena berbuat curang sehingga mempengaruhi permainannya sendiri, dari hal sekecil itu terlihat sekali bahwa seorang pemain golf tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri, lalu bagaimana dengan sebagaian / kebanyakan pemain golf yang melakukan kecurangan dengan merubah ubah tempat bola bahkan lebih parah lagi merubah angka pada penulisan hasil Score permainan...?

Saya teringat pada suatu kejuaran turnament golf yang kebetulan saya sebagai panitia dan juga sebagai pemain melihat ada Golfer yang melakukan kecurangan baik penulisan score maupun aturan2 yang dilanggar, saya bisa saja mendiskualifikasi pemain tersebut, tapi saya tidak lakukan karena saya punya rencana yang mungkin bisa menjadi efek jera bagi sipemain itu maupun pemain lain agar tidak melakukan perbuatan yang tidak jujur, bahkan ketidakjujuran itu diketahui oleh hampir seluruh pemain.

Pada saat pembagian hadiah saya memberikan pertanyaan kepada pemain yang harusnya denga pertanyaan saya menjadi malu karena melakukan kecurangan tapi malah sebaliknya pemain tersebut dengan bangganya mengatakan bahwa golf itu permainan yang membutuhkan konsentrasi dan pikiran tenang. (saya dibuat tidak berkutik sendiri) dengan ketidakmaluannya....

disinilah letak kejujuran seorang pegolf, untuk merebut hadiah yang mungkin tidak seberapa dibanding dengan posisi dia sebagai seorang berduit (Kaya) masih melakukan tindakan yang memalukan, bagaimana dia waktu bekerja di kantor..? atau di Perusahaan..? atau diperusahaan sendiri..? sangat mungkin melakukan hal hal yang sangat memalukan.

Bermain Golf meskipun bermain sendirian tapi bisa mengikuti Rules yang telah ditentukan dijamin Pegolf tersebut adalah seorang yang jujur, jujur pada dirinya sendiri dan jujur pada Peraturan.

Demikian nyuwun pangapunten




Selasa, 24 Maret 2009

Demi...suksesnya Pemilu


Sebentar lagi Gelaran Pesta demokrasi digelar, persiapan persiapan mulai dari Penyelenggara Pemilu sampai kontestan peserta pemilu semakin sibuk berbenah, Penyelenggara berbenah agar jangan sampai atau meminimalisirkan kesalahan2 sehingga pelaksanaan Pemilu bisa berjalan dengan lancar, tertib, damai dan menghasilkan yang terbaik untuk bangsa dan negara.
Peserta pemilu / kontestan juga semaikin hari semakin terlihat merapatkan barisan guna meraup suara sebanyak banyaknya dari pemilih, tapi sayang jadwal yang telah dibuat dan disepakati antara penyelenggara Pemilu dengan Peserta Pemilu tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta, ada tiga titik / tempat Kampanye terbuka yaitu di Dapil 1 banjarbaru ada di Stadion Mini, Dapil II di lapangan belakang Polsek cempaka dan Dapil III di Silkar Liang Anggang, hal tersebut bisa dimaklumi karena para caleg banyak yang berkampanye sendiri sendiri ( door to door ) disebabkan siapa yang meraih suara terbanyak yang dapat kursi bukan nomor urut lagi, tentunya dari partai yang mencukupi jumlah perolehan suara yang sudah ditentukan.
Ada yang luput dari perhatian kita semua...dalam pelaksanaan nanti yaitu pada hari H / H-3 dimana kotak serta surat suara harus didistribusikan ke PPS-PPS, sarana komunikasi untuk memantau serta memberikan informasi yang cepat dan akurat sangat diperlukan.
Disinilah anggota ORARI merasa terpanggil untuk ikut serta berpartisipasi mensukseskan Pesta Demokrasi lima tahunan itu. ORARI yang mungkin sebagaian masyarakat mempunyai anggapan yang kurang baik ( cuma ngebrik ngalor ngidul, kurang kerjaan, ganggu TV orang dll ) tanpa mengetahui bahwa Anggota ORARI itu harus mempunyai izin dan izinnya harus melalui ujian. Dalam rangka ikut mensukseskan Pemilu inilah Anggota ORARI mulai membenahi perangkatnya yang sewaktu waktu dipergunakan tidak ada halangan yang berarti, ada posko2 yang didirikan antena pemancar untuk memudahkan pelaporan ke KPU, ini tentunya sistem pelaporan sesuai dengan petunjuk / juknis dari KPU.
Dari sekitar 390 TPS di Kota banjarbaru, Orari menyiapkan anggotanya sebanyak kurang lebih 80 personil yang satu personil memantau antara 5 - 7 TPS serta beberapa personil ditempatkan di Posko2 dan KPU, ada pertanyaan dari beberapa orang, kenapa tidak memanfaatkan anggota Linmas untuk pelaporan cukup dimodali HP murah dan pulsa dan usah pakai orang lain (ORARI).
Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sekian ratus HP, ada 2 Linmas di setiap TPS berarti ada sekitar kurang lebih dari 800 personil trus pulsanya..?
Kami menyadari pandangan sebelah mata dari sebagaian orang tentang ORARI, mereka tidak tau bahwa prestasi yang diukir oleh anggota Orari (khususnya Orari lokal Banjarbaru ) disetiap event Banjarbaru selalu menjadi juara Umum, mulai dari pelaksanaan HAM Festival di Tapin, Kabupaten banjar, Kota Banjarmasin, Kapuas dan Palangkaraya. meskipun smpai saat ini tidak mempunyai Sekretariat yang tetap alias pinjam2 dirumah Anggota tetapi tidak menyurutkan untuk meraih prestasi terbaik demi nama harum Kota Banjarbaru.
Image tidak baik memang sudah disandang Orari tugas kita semua sebagai anggota Orari untuk merubah Image itu menjadi baik.
Caranya................

demikian nyuwun pangapunten