Akhir akhir ini saya lebih sering buka FB dari pada menulis di Blog...ada untungnya sich, banyak teman baru yang saling menyapa tapi ruginya juga banyak, saya lagi belajar menulis dan menulis..dorongan Bung EWA menjadi semangat bagi saya untuk menulis dan menulis, karena bagaimanapun juga kalau sempat tidak menulis apalagi ada ide untuk dituangkan dalam tuilisan dan tidak disempatkan untuk menulis maka dijamin ide tersebut akan melayang..dan menulis tidak akan lancar lancar, kata orang orang tua " Lancar Kaji karena ulang ", berarti kalau ingin lancar dan pandai menulis harus terus menerus atau berulang ulang jangan bosan melakukan.
Pada waktu masih kelas 3 SD saya di ajari oleh Bapak naik sepeda, setiap Bapak pulang dari Dinas tanpa ada rasa capek Beliau mengajak saya ke Lapangan sepak Bola untuk belajar naik sepeda, waktu itu masih belum ada yang namanya sepeda kecil untuk anak anak yang ada roda kanan kiri sebagai penyangga, Sepeda yang dipakai yaitu sepede Ontel yang sekarang lagi semarak lagi di banjarbaru ada komunitas sendiri yaitu BOM ( Banjarbaroe Ontel Mania ).
Karena sepeda yang dipakai belajar adalah sepeda ukuran orang tua maka lama sekali / sulit sekali untuk bisa mengontel sendiri tanpa pengawasan / pegangan dari Bapak, ada syarat2 khusus untuk boleh belajar naik sepeda pada waktu itu antara lain tidak boleh nakal dan burungnya sudah dipotong alias disunat.
Dengan segala macam syarat dan seringnya latihan sehingga menghasilkan suatu hasil yang membanggakan ya kalau boleh dibilang lulus latihan ngontel sepeda dengan nilai A hehehe, beda dengan hasil yang didapat dengan belajar secara instan dijamin hasilnya masih memuaskan yang tidak instan alias latihan terus menerus.
Begitu juga dengan menulis..apabila kita setiap hari rajin belajar menulis dan menulis serta memperhatikan masukan, kritikan dari para sahabat yang sudah pakarnya dibidang menulis diyakini bakalan akan menghasilkan sesuatu yang sangat memuaskan tentang tulis menulis, kritikan sepedas apapun adalah jamu yang akan menyehatkan kita, jadi kritikan adalah suatu dorongan yang sangat berharga bagi seorang penulis.
Belajar menulis sangat berbeda dengan belajar sepeda ontel pada jaman agak dahulu hehehe..kalau dulu masih kecil belajar sepeda sambil dipegangi oleh bapak agar tidak jatuh dan sekarang belajar menulis dengan usia yang lumayan ini sambil menunggu saran dari para sahabat yang sudah pakarnya alias lihai dibidang tulis menulis agar bisa terarah baik pilihan kalimat, alur yang ditulis sudah bener apa amburadul, apa menulis itu disesuaikan dengan moment sesuatu atau bla bla bla... jadi maaf untuk Bang EWA saya todong agar kiranya sudi memberi kritikan dan saran untuk saya.
Nach..akhir akhir ini saya kok mulai kecanduan Facebook sehingga ide ide yang ada waktu diperjalanan ataupun dimana yang akan saya tuangkan dalam tulisan selalu terkalahkan dengan membuka buka Fb. Virus FB sangat mengganggu saya yang lagi asyik belajar tulis menulis....
Mudahan saya bisa mengatasi diri melawan virus ini dan kembali lagi dengan tulis menulis.
Demikian nyuwun pangapuntem
Pada waktu masih kelas 3 SD saya di ajari oleh Bapak naik sepeda, setiap Bapak pulang dari Dinas tanpa ada rasa capek Beliau mengajak saya ke Lapangan sepak Bola untuk belajar naik sepeda, waktu itu masih belum ada yang namanya sepeda kecil untuk anak anak yang ada roda kanan kiri sebagai penyangga, Sepeda yang dipakai yaitu sepede Ontel yang sekarang lagi semarak lagi di banjarbaru ada komunitas sendiri yaitu BOM ( Banjarbaroe Ontel Mania ).
Karena sepeda yang dipakai belajar adalah sepeda ukuran orang tua maka lama sekali / sulit sekali untuk bisa mengontel sendiri tanpa pengawasan / pegangan dari Bapak, ada syarat2 khusus untuk boleh belajar naik sepeda pada waktu itu antara lain tidak boleh nakal dan burungnya sudah dipotong alias disunat.
Dengan segala macam syarat dan seringnya latihan sehingga menghasilkan suatu hasil yang membanggakan ya kalau boleh dibilang lulus latihan ngontel sepeda dengan nilai A hehehe, beda dengan hasil yang didapat dengan belajar secara instan dijamin hasilnya masih memuaskan yang tidak instan alias latihan terus menerus.
Begitu juga dengan menulis..apabila kita setiap hari rajin belajar menulis dan menulis serta memperhatikan masukan, kritikan dari para sahabat yang sudah pakarnya dibidang menulis diyakini bakalan akan menghasilkan sesuatu yang sangat memuaskan tentang tulis menulis, kritikan sepedas apapun adalah jamu yang akan menyehatkan kita, jadi kritikan adalah suatu dorongan yang sangat berharga bagi seorang penulis.
Belajar menulis sangat berbeda dengan belajar sepeda ontel pada jaman agak dahulu hehehe..kalau dulu masih kecil belajar sepeda sambil dipegangi oleh bapak agar tidak jatuh dan sekarang belajar menulis dengan usia yang lumayan ini sambil menunggu saran dari para sahabat yang sudah pakarnya alias lihai dibidang tulis menulis agar bisa terarah baik pilihan kalimat, alur yang ditulis sudah bener apa amburadul, apa menulis itu disesuaikan dengan moment sesuatu atau bla bla bla... jadi maaf untuk Bang EWA saya todong agar kiranya sudi memberi kritikan dan saran untuk saya.
Nach..akhir akhir ini saya kok mulai kecanduan Facebook sehingga ide ide yang ada waktu diperjalanan ataupun dimana yang akan saya tuangkan dalam tulisan selalu terkalahkan dengan membuka buka Fb. Virus FB sangat mengganggu saya yang lagi asyik belajar tulis menulis....
Mudahan saya bisa mengatasi diri melawan virus ini dan kembali lagi dengan tulis menulis.
Demikian nyuwun pangapuntem


Tidak ada komentar:
Posting Komentar