Senin, 09 Maret 2009

pesta ( BALIHO ) demokrasi

Disepanjang jalan, mungkin diseluruh wilayah Indonesia terdapat banyak sekali Baliho / poster yang mempromosikan atau mengenalkan bahwa dirinya adalah caleg baik DPRD Kab/Kota/Propinsi atau DPR-RI atau juga DPD, ada yang gambarnya dipasang sendiri sendiri atau rombongan ada yang dengan orang orang penting di negeri ini, ada dengan Presiden, mantan Presiden baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat, ada yang dengan wakil Presiden, ada yang dengan menteri dll..
Pose dari gambar gambar tersebut ada yang tersenyum, ada yang berusaha tersenyum meskipun terlihat senyumnya dipaksakan, ada yang mengepalkan tangan sambil tersenyum, ada yang gambar badannya diganti dengan karikatur mungkin biar keliatan lucu.
beberapa bulan ini memang lagi semarak orang / para caleg mempromosikan dirinya sendiri kepada yang melihat bailho agar dipilih menjadi wakil rakyat. Saya tidak pernah melihat atau belum sempat melihat ada poster yang menyampaikan Visi-(mimpi)-nya apabila sudah berhasil menjadi wakil dari rakyat, kebanyakan dan hampir semua Baliho cuma ada kalimat " Mohon Doa Restu dan Dukungannya ".
Apa cukup dengan gaya yang ada diposter itu masyarakat pemilih disuruh menaksirkan sendiri visi-(mimpi)-nya, Bergambar berdampingan dengan orang2 penting mengartikan bahwa apabila saya terpilih nanti saya akan seperti orang ini, bergambar dengan badan dirubah menjadi kartun yang lucu mengartikan bahwa saya terpilih nanti saya akan ............, bergambar dengan mengepalkan tangan dan tersenyum artinya apabila terpilih nanti saya akan melawan ketidak adilan dan memperjuangkan nasib rakyat yang saya wakili....tetapi apa arti senyum itu..?
Pemilihan umum sudah dekat ( 9 April 2009 ), Pesta demokrasi lima tahunan itu memakan biaya yang sangat besar, kertas suara bukan main besarnya, lebih dari tiga puluh partai yang ikut Pemilu di satu kabupaten kota dan bisa lebih dari ratusan caleg yang ada dikertas suara itu.
Ingat !! masyarakat pemilih bukan hanya pelajar dan mahasiswa atau kaum cendikia saja tetapi masyarakat awan sangat banyak bahkan lebih banyak, sedang sosialisasi dari pihak KPU sebagai penyelenggara kepada masyarakat pemilih dirasa sangat kurang dan besar kemungkinan terjadi kesalahan conterng atau suara tidak sah pada saat pungutan suara nanti. banyak orang orang tua nanti berbondong bondong ke TPS hanya karena takut dikatakan Golput..meskipun golput saya kira ndak haram.
sebaiknya mulai dari KPU, Pemerintah, Para Caleg dan para ketua RT memberikan penyuluhan kepada rakyatnya agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan suaranya tidak sah. alangkah bijaksananya apabila para caleg sosialisasi kepada rakyat dan menyampaikan visinya apabila terpilih menjadi wakil rakyat nantinya dari pada mengeluarkan biaya untuk bikin baliho besar-besar dijalanan toh dikertas suara dijamin ndak akan ada gambar gambar tersebut kecuali DPD.
Pesta Demokrasi lima tahunan ini memakan biaya yang sangat sangat besar jadi seharusnya menghasilkan hal yang sangat besar dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia jangan malah menjadi PESTA baliho DEMOKRASI

demikian nyuwun pangapunten

Tidak ada komentar: