
Mana iSBiYi...mana gambar iSBiYi...kok ndak ada gambar iSBiYi nya.... itu nek..yang pake kopiah...ujar petugas KPPS dari tempat tugasnya sambil tersenyum geli melihat kelakuan dari nenek nenek tadi, si Nenek kesana kemari membuka lembar kertas suara yang minta ampun besarnya, ndak ada gambar iSBiYinya jangan mambunguli akulah..aku sering melihat di TIPI orangnya gagah..ini ndak ada \potonya disini.
Petugas KPPS mendatangi si nenek dan bertanya..? nenek mau milih apa...? aku pokoknya mau milih Pak iSBiYi..., kenapa nek kok milih Pak SBY kok ndak yang lain saja..? aku tiap bulan dapat gaji, kalau Pak iSBiYi ndak jadi Presiden aku sengsara lagi.
Kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada nenek yang memang tidak mengenal huruf ( tidak bisa baca tulis ) ada ibu ibu yang bisa baca tulis bahkan pandai mengaji, pada malam hari seminggu sebelum tanggal 9 mendatangi saya bingung bagaimana cara memilih, kata si Ibu ibu kemaren dapat selebaran ini..dengan menunjukkan kertas foto copian yaitu kertas yang dikeluarkan oleh KPU dan disebarkan oleh para PPS dan Ketua KPPS kepada warga. kertas tersebut cuma 1 lembar dengan menerangkan cara mencontreng dan suara yang sah.
Si Ibu bingung, denger2 katanya kertas suaranya segede koran ini kok selembaran begini...? untungnya meskipun saya bukan seorang caleg dari parpol tertentu tetapi saya memiliki contoh surat suara yang asli dari KPU sejumlah 4 lembar, saya tunjukkan dan saya buka betapa kagetnya si Ibu tadi melihat kertas suara yang asli tadi... terus mana yang aku pilih...?ujarnya.. terserah ibu mana yang anggap ibu baik pilih saja caranya begini dan begini...begitu saya menjelaskan bagaikan seorang anggota KPU yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Si Ibu bingung takut pilihannya salah...pokoknya tunjukkan saja aku mau milih si X.. wah bu itu namanya bukan rahasia lagi dong..ndak apa dari pada nanti waktu mau nyontreng di bilik bingung mendingan tunjukkan saja sekarang...
Saya kasihan melihat antusias warga yang mau memberikan hak suaranya tapi tidak mengerti bagaimana caranya, sekarang banyak partai dan banyak caleg tetapi sosialisasi kepada warga hampir dipastikan jarang dilakukan, yang ada KPUD sosialisasi dengan PPK dan Ketua PPS, selanjutnya urusan ke warga diserahkan kepada Ketua KPPS, sedangkan menurut pengamatan saya banyak Ketua KPPS maupun anggotanya juga bingung apalagi cara pengisian di form..C dll....
satu pemilih mendapatkan 4 lembar suara, apabila sipemilih paham dan mengerti kertas suara yang mahal harganya itu akan bermanfaat karena hak suaranya tersalurkan, tetapi apabila terjadi kesalahan dan suaranya tidak sah berapa kerugian negara untuk kertas saja ini....dengan mahalnya harga kertas suara ini yang bakalan banyak tersia siakan apabila banyak warga yang tidak mengerti, saya mencoba menghubungi ketua KPPS di tempat saya berada agar memberikan sosialisasi kepada warga dengan cara menunjukkan kertas suara yang asli., ternyata Ketua KPPS tidak mempunyai contoh surat suara yang asli.
Pemilu 9 April 2009, banyak yang Golput, ada yang Golput karena memang dasarnya antipati dengan pelaksanaan Pemilu ( bisanya cuma mengkritik saja ), ada yang Golput alias suara hilang karena suaranya tidak sah ( ketidak mengertian ), ada yang Golput karena tidak terdaftar dalam DPT. padahal warga sangat antusias dalam pelaksanaan Pemilu ini.
PR bagi penyelenggara untuk bisa memperbaiki kinejanya, sbentar lagi ada Pilpres dan tahun depan ada Pilkada, biaya besar dari uang Rakyat dipakai untuk pelaksanaan Pemilu harus menghasilkan yang terbaik untuk Rakyat. Pemilu tahun 2009 ini adalah Pemilu yang Langsung Umum Bebas dan tidak Rahasia lagi...
Demikian Nyuwun pangapunten
Petugas KPPS mendatangi si nenek dan bertanya..? nenek mau milih apa...? aku pokoknya mau milih Pak iSBiYi..., kenapa nek kok milih Pak SBY kok ndak yang lain saja..? aku tiap bulan dapat gaji, kalau Pak iSBiYi ndak jadi Presiden aku sengsara lagi.
Kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada nenek yang memang tidak mengenal huruf ( tidak bisa baca tulis ) ada ibu ibu yang bisa baca tulis bahkan pandai mengaji, pada malam hari seminggu sebelum tanggal 9 mendatangi saya bingung bagaimana cara memilih, kata si Ibu ibu kemaren dapat selebaran ini..dengan menunjukkan kertas foto copian yaitu kertas yang dikeluarkan oleh KPU dan disebarkan oleh para PPS dan Ketua KPPS kepada warga. kertas tersebut cuma 1 lembar dengan menerangkan cara mencontreng dan suara yang sah.
Si Ibu bingung, denger2 katanya kertas suaranya segede koran ini kok selembaran begini...? untungnya meskipun saya bukan seorang caleg dari parpol tertentu tetapi saya memiliki contoh surat suara yang asli dari KPU sejumlah 4 lembar, saya tunjukkan dan saya buka betapa kagetnya si Ibu tadi melihat kertas suara yang asli tadi... terus mana yang aku pilih...?ujarnya.. terserah ibu mana yang anggap ibu baik pilih saja caranya begini dan begini...begitu saya menjelaskan bagaikan seorang anggota KPU yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Si Ibu bingung takut pilihannya salah...pokoknya tunjukkan saja aku mau milih si X.. wah bu itu namanya bukan rahasia lagi dong..ndak apa dari pada nanti waktu mau nyontreng di bilik bingung mendingan tunjukkan saja sekarang...
Saya kasihan melihat antusias warga yang mau memberikan hak suaranya tapi tidak mengerti bagaimana caranya, sekarang banyak partai dan banyak caleg tetapi sosialisasi kepada warga hampir dipastikan jarang dilakukan, yang ada KPUD sosialisasi dengan PPK dan Ketua PPS, selanjutnya urusan ke warga diserahkan kepada Ketua KPPS, sedangkan menurut pengamatan saya banyak Ketua KPPS maupun anggotanya juga bingung apalagi cara pengisian di form..C dll....
satu pemilih mendapatkan 4 lembar suara, apabila sipemilih paham dan mengerti kertas suara yang mahal harganya itu akan bermanfaat karena hak suaranya tersalurkan, tetapi apabila terjadi kesalahan dan suaranya tidak sah berapa kerugian negara untuk kertas saja ini....dengan mahalnya harga kertas suara ini yang bakalan banyak tersia siakan apabila banyak warga yang tidak mengerti, saya mencoba menghubungi ketua KPPS di tempat saya berada agar memberikan sosialisasi kepada warga dengan cara menunjukkan kertas suara yang asli., ternyata Ketua KPPS tidak mempunyai contoh surat suara yang asli.
Pemilu 9 April 2009, banyak yang Golput, ada yang Golput karena memang dasarnya antipati dengan pelaksanaan Pemilu ( bisanya cuma mengkritik saja ), ada yang Golput alias suara hilang karena suaranya tidak sah ( ketidak mengertian ), ada yang Golput karena tidak terdaftar dalam DPT. padahal warga sangat antusias dalam pelaksanaan Pemilu ini.
PR bagi penyelenggara untuk bisa memperbaiki kinejanya, sbentar lagi ada Pilpres dan tahun depan ada Pilkada, biaya besar dari uang Rakyat dipakai untuk pelaksanaan Pemilu harus menghasilkan yang terbaik untuk Rakyat. Pemilu tahun 2009 ini adalah Pemilu yang Langsung Umum Bebas dan tidak Rahasia lagi...
Demikian Nyuwun pangapunten


3 komentar:
Hebat ... tyrus nulis dangsanak
Hebat ... tyrus nulis dangsanak
Iya, Pak. di tempat saya juga ibu-ibu pada rame nyariin yang mau dicoblos. omongnya nyaring2 lagi. kata bapak yg kebetulan dekat kerumunan ibu2 "sudah, kenapa ini malah pada kampanye"
Posting Komentar