Pada Kegiatan Pilkadasung pertama di bumi (X).... selalu ada yang mendukung baik mendukung secara ikhlas ataupun mendukung karena takut kehilangan suatu jabatan karena sang calon adalah pimpinan dimana sang pendukung bekerja. ada juga yang tidak mendukung meskipun dia adalah seorang kawan atau berteman, karena menurut kalkulasinya (dia adalah seoarang Bisnisman yg ndk jelas ) bahwa sang kawan tidak akan menang,...Ada sekitar 4 pasang calon pada waktu itu, sang kawan ternyata cenderung mengkampanyekan calon lain bahkan dia (suami istri) selalu menjelek jelekkan kawannya dengan mengatakan bahwa " apa prestasi dia " memimpin di negeri Anu aja ndak punya prestasi apalagi mau memimpin menjadi yang lebih tinggi...? begitu selalu kalau bertemu orang orang..
Sang kawan bukannya tidak mengetahui sepak terjang si Sengkuni ini ( maaf saya pakai istilah saja ) bahkan pada masa kampanye si Calon selalu menelpon / menghubungi si Sengkuni tapi tidak pernah dibalas atau di angkat oleh sengkuni ( maklum takut dimintai sumbangan kali..)
Pilkadasung tiba waktunya, pelaksanaan aman tertib dan lancar ...sang Kawan berhasil memenangi Pilkadasung yang pertama kali diadakan di Bumi (X)...semua menyambut gembira Pendukung yang mengharapkan sesuatu tak henti hentinya bersyukur dengan wajah ceria..(bakalan naik jabatan nich ), si Pendukung yang setia cuma mengucapkan syukur bahwa pilihannya berhasil memenangi Pilkada tanpa mengharapkan suatu imbalan apa2.
SMS ke no HP sang Prabu tidak henti henti mengucapkan selamat dan anehnya yang pertama kali mengucapkan selamat adalah sang sengkuni..bukan berarti karena ikhlas tapi karena ada sesuatu yang dia inginkan.
Sengkuni selalu menemani sang Prabu ber Olah Raga bagaikan pahlawan yang seolah olah dia adalah pendukung beratnya yang berhasil mencarikan massa untuk memilihnya...ada sesuatu yang diinginkan oleh Sengkuni yaitu melenyapkan Pendukung setianya.. setahun..dua tahun..tidak berhasil untuk menghasut sang Raja..pada tahun keempat rupanya sang Raja terhasut juga...
Kini sang pendukung setia kehilangan pekerjaan, saya bertanya kepadanya apa masih akan mendukung sang Prabu..? kamu kan malah kehilangan pekerjaan..? lebih baik jadi penghasut seperti Sengkuni..? Jawaban yang saya dapatkan " Biarlah saya ikhlas saja, saya akan dukung lagi pada Pilkada tahun depan " Entah harus kehilangan apalagi setelah pekerjaan saya dihilangkan...
Fenomena sang Penjilat dan sang Pendukung sekarang makin semarak baik disampaikan melalui Facebook atau disampaikan secara langsung ( apalagi sang Prabu juga punya Facebook ).
Semua pasti ada akhirnya dan semua pasti ada balasnya.
Demikian Nyuwun pangapunten


3 komentar:
wow dalam kali tulisannya bos ... kalau baru belajar aja segini ... wah saya bisa kalah dalam tiga bulan ke depan
wow dalam kali tulisannya bos ... kalau baru belajar aja segini ... wah saya bisa kalah dalam tiga bulan ke depan
wow dalam kali tulisannya bos ... kalau baru belajar aja segini ... wah saya bisa kalah dalam tiga bulan ke depan
Posting Komentar